STRATEGI MENYELARASKAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN JASA

A. LATAR BELAKANG

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi manajer service operation adalah menyesuaikan permintaan dengan penawaran untuk melayani. Ini juga adalah sebuah tantangan untuk manajer produksi, akan tetapi mereka memliki lebih banyak alat dan strategi – seperti persediaan, kerja lembur, menambah shift, dan kembali memesan – tersedia bagi mereka untuk menemukan tantangan. Ketika permintaan dan penawaran cocok untuk periode 1(satu) sampai 3(tiga) tahun, kegiatan ini dikenal sebagai aggregate planning. Aggregate planning meliputi penentuan kapasitas sumber daya dimana sebuah pabrik akan membutuhkan aggregate planning untuk memenuhi permintaan. Peran dari aggregate planning adalah untuk merubah jenis srategi rencana pemasaran atau perkiraan yang berhubungan dengan pemintaan dengan perencanaan jangka panjang yang menjadi kapasitas kebutuhan secara keseluruhan. Selanjutnya, keseluruhan kapasitas kebutuhan akan melayani sebagai framework untuk alokasi jangka pendek (contoh: ketidaksetujuan) dari seluruh kapasitas untuk pelayanan secara individual.




B. PENGERITAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. 
Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu.



C. HUKUM PERMINTAAN DAN PENAWARAN

1. HUKUM PERMINTAAN
 Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:
Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.
Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).

2. HUKUM PENAWARAN
Bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian bunyi hukum penawaran berbunyi:
"Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditawarkan.”
Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).
\


D.  HARGA KESEIMBANGA
Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium atau harga bebas adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga

E. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN
1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN
  • Harga barang substitusi (pengganti)

Harga barang dan jasa pengganti (substitusi) ikut memengaruhi jumlah barang dan jasa yang diminta. Apabila harga dari barang substitusi lebih murah maka orang akan beralih pada barang substitusi tersebut. Akan tetapi jika harga barang substitusi naik maka orang akan tetap menggunakan barang yang semula. Contohnya kaus adalah pengganti kemeja. Jika di pasar harga kaus lebih murah dibandingkan kemeja, maka permintaan akan kaus lebih banyak bila dibandingkan permintaan terhadap kemeja.

Harga barang komplementer (pelengkap)
Barang pelengkap juga dapat memengaruhi permintaan barang/jasa. Misalnya sepeda motor, barang komplementernya bensin. Apabila harga bensin naik, maka kecenderungan orang untuk membeli sepeda motor akan turun, begitu juga sebaliknya.

  • Jumlah Pendapatan

Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut menentukan besarnya permintaan akan barang dan jasa. Apabila pendapatan yang diperoleh tinggi maka permintaan akan barang dan jasa juga semakin tinggi. Sebaliknya jika pendapatannya turun, maka kemampuan untuk membeli barang juga akan turun. Akibatnya jumlah barang akan semakin turun. Misalnya pendapatan Ibu Tia dari hasil dagang minggu pertama Rp200.000,00 hanya dapat untuk membeli kopi 20 kg. Tetapi ketika hasil dagang minggu kedua Rp400.000,00, Ibu Tia dapat membeli kopi sebanyak 40 kg.
  • Selera konsumen

Selera konsumen terhadap barang dan jasa dapat memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat pula. Misalnya, sekarang ini banyak orang yang mencari hand phone yang dilengkapi fasilitas musik dan game, karena selera konsumen akan barang tersebut tinggi maka permintaan akan hand phone yang dilengkapi musik dan game akan meningkat.
  • Intensitas kebutuhan konsumen

Intensitas kebutuhan konsumen berpengaruh terhadap jumlah barang yang diminta. Kebutuhan terhadap suatu barang atau jasa yang tidak mendesak, akan menyebabkan permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut rendah. Sebaliknya jika kebutuhan terhadap barang atau jasa sangat mendesak maka permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut menjadi meningkat, misalnya dengan meningkatnya curah hujan maka intensitas kebutuhan akan jas hujan semakin meningkat. Konsumen akan bersedia membeli jas hujan hingga Rp25.000,00 walaupun kenyataannya harga jas hujan Rp15.000,00.

  • Perkiraan harga pada masa depan

Apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan naik maka konsumen cenderung menambah jumlah barang yang dibeli karena ada kekhawatiran harga akan semakin mahal. Sebaliknya apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan turun, maka konsumen cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli. Misalnya ada dugaan kenaikan harga bahan bakar minyak mengakibatkan banyak konsumen antri di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk mendapatkan bensin atau solar yang lebih banyak.

  • Jumlah penduduk

Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta akan meningkat.


2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN

Penawaran dan produksi mempunyai hubungan yang sangat erat. Hal-hal yang mendorong dan menghambat kegiatan produksi berpengaruh terhadap jumlah penawaran. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi penawaran:
  • Harga barang itu sendiri

Apabila harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan meningkat. Sebaliknya jika harga barang yang ditawarkan turun jumlah barang yang ditawarkan penjual juga akan turun. Misalnya jika harga sabun mandi meningkat dari Rp1.500,00 menjadi Rp2.000,00, maka jumlah sabun mandi yang penjual tawarkan akan meningkat pula.
  • Harga barang pengganti

Apabila harga barang pengganti meningkat maka penjual akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti ke barang lain yang ditawarkan, karena harganya lebih rendah. Contohnya harga kopi meningkat menyebabkan harga barang penggantinya yaitu teh lebih rendah, sehingga penjual lebih banyak menjual teh.
  • Biaya produksi

Biaya produksi berkaitan dengan biaya yang digunakan dalam proses produksi, seperti biaya untuk membeli bahan baku, biaya untuk gaji pegawai, biaya untuk bahan-bahan penolong, dan sebagainya. Apabila biaya-biaya produksi meningkat, maka harga barang-barang diproduksi akan tinggi. Akibatnya produsen akan menawarkan barang produksinya dalam jumlah yang sedikit. Hal ini disebabkan karena produsen tidak mau rugi. Sebaliknya jika biaya produksi turun, maka produsen akan meningkatkan produksinya. Dengan demikian penawaran juga akan meningkat.
  • Kemajuan teknologi

Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya barang yang ditawarkan. Adanya teknologi yang lebih modern akan memudahkan produsen dalam menghasilkan barang dan jasa. Selain itu dengan menggunakan mesin-mesin modern akan menurunkan biaya produksi dan akan memudahkan produsen untuk menjual barang dengan jumlah yang banyak. Misalnya untuk menghasilkan 1 kg gula pasir biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan Manis sebesar Rp4.000,00. Harga jualnya sebesar Rp7.500,00/kg. Namun dengan menggunakan mesin yang lebih modern, perusahaan Manis mampu menekan biaya produksi menjadi Rp3.000,00. Harga jual untuk setiap 1 kilogramnya tetap yaitu Rp7.500,00/kg. Dengan demikian perusahaan Manis dapat memproduksi gula pasir lebih banyak.
  • Pajak

Pajak yang merupakan ketetapan pemerintah terhadap suatu produk sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya harga. Jika suatu barang tersebut menjadi tinggi, akibatnya permintaan akan berkurang, sehingga penawaran juga akan berkurang.
Perkiraan harga pada masa depan
Perkiraan harga pada masa datang sangat memengaruhi besar kecilnya jumlah penawaran. Jika perusahaan memperkirakan harga barang dan jasa naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap, maka perusahaan akan menurunkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Misalnya pada saat krisis ekonomi, harga-harga barang dan jasa naik, sementara penghasilan relatif tetap. Akibatnya perusahaan akan mengurangi jumlah produksi barang dan jasa, karena takut tidak laku.


F. MENGELOLA PERMINTAAN (MANAGING DEMAND)

Manajemen permintaan biasanya ada dalam bidang  manajemen pemasaran. Bagaimanapun, seperti yang dijelaskan sebelumnya, dalam organisasi jasa, banyak tugas operasional dan pemasaran dalam manajemen yang tumpang tindih, dan manajer operasi harus menyelesaikan tugas ini. Karenanya, mereka harus berpengetahuan luas tentang pilihan yang tersedia untuk kolega mereka dalam pemasaran. Selanjutnya, meskipun ketika tugas operasi dan pemasaran dengan jelas sudah dipisahkan, manajer harus mengkoordinasi aktivitas operasi dan pemasaran dan bekerja sama untuk menghasilkan organisasi dengan layanan yang unggul dan menguntungkan; oleh karena itu, manajer harus pandai dalam mengimplementasikan berbagai pedoman dan menghubungkannya satu sama lain. 


1. Memahami Pelanggan dan Keinginan Mereka
Yang sederhana dan mungkin kebutuhan yang paling penting untuk mengatur efektivitas permintaan adalah mengetahui siapa pelanggan mereka dan mengerti yang mereka butuhkan. Ini mungkin sebuah kebutuhan yang mudah, tapi ini adalah sebuah komposisi padat yang sering ditemukan pada manajemen permintaan. Sebuah organisasi jasa harus mengumpulkan data karakteristik demogragi pelanggannya, seperti umur, jenis kelamin, pendapatan dan pekerjaan, juga karakteristik gaya hidup, dan kebutuhan dan keinginan mereka, atau data yang saling berhubungan yang dapat ditemukan. Yang juga harus diketahui  adalah motivasi apa yang membuat mereka membeli jasa. Mengumpulkan data pada dimensi ini juga tidak mudah dan juga tidak murah; bagaimanapun. Ini tidak selalu layak secara ekonomis untuk membangun satu set data yang komplit. Bagaimanapun, informasi mengenai pelanggan yang terkumpul secara ekonomis lebih baik daripada tidak ada informasi sama sekali.

2. Mempelajari Sifat dan Pola Permintaan
Mengetahui pelanggan dan mengertu keinginan mereka adalah perlu tapi tidak cukup untuk membuat manajemen permintaan yang efektif. Manajer jasa/pelayanan diharuskan mempelajari sifat dan pola permintaan, karena banyak factor, seperti cuaca dan social, politik, atau acara olahraga pada sebuah komunitas, pengaruh permintaan untuk jasa. Beberapa dari pengaruh mungkin biasa, beberapa juga mungkin tidak. Menemukan pola dan mengerti tingkah laku permintaan memerlukan data. Lagi-lagi, data kemungkinan tidak selalu mudah didapatkan atau, jadi tidak mungkin membentuk sebuah manajemen yang efektif. Jelasnya, mengetahui pola permintaan tidak hanya membantu manajer operasi menentukan pola permintaan, dimana strategi digunakan untuk mempengaruhi permintaan, tapi juga membantu mengatur rute persediaan secara efektif.


3. Penetapan Harga
Ini mungkin strategi yang paling nyata; untuk kebanyakan pelayanan, efek dari menurunkan harga akan meningkatkan permintaan, dan efek dari menaikkan harga akan menurunkan permintaan. Yang umum dipakai dari penetapan harga adalah, dalam jangka panjang harga pasti berubah. Beberapa organisasi jasa menawarkan pelayanan mereka dengan harga yang jauh lebih rendah dibanding harga normal. Dorongan harga mungkin cukup kuat untuk beberapa pelanggan untuk menggunakan jasa tersebut pada saat permintaan berada pada periode yang lemah. Contoh pada bagian ini adalah penurunan tariff SLJJ atau penurunan tariff pada malam dan akhir pekan, menonton bioskop sebelum pukul 6 P.M., dan special red-eye yang diberikan oleh sebuah maskapai penerbangan.

4. Reservasi/Janji
Strategi yang sangat umum dalam manajemen permintaan yang banyak digunakan oleh organisasi jasa adalah untuk menawarkan jasa mereka melalui reservasi atau janji. Ini bisa dilihat sebagai “meng-inventarisasi” atau “men-jaminan simpanan” permintaan untuk jasa. Pelajaran ini dapat berjalan terus untuk pelayanan dimana mereka tidak banyak tersedia tapi memiliki nilai yang tinggi untuk pelanggan. Maskapai penerbangan, hotel, penyedia layanan kesehatan, pelayanan hokum, dan restoran mewah menawarkan jasa mereka melalui reservasi atau janji; pelayanan tidak berlaku untuk walk-in customer. Reservasi/janji selalu menyediakan sebuah tingkat permintaan yang stabil, dan mereka menjamin bahwa permintaan tidak akan melebihi sebuah batasan yang ditetapkan sebelumnya. Bagaimanapun, tidak ada jaminan bahwa pelanggan yang tidak bisa mendapatkan sebuah janji cukup cepat akan dating kembali. Pelajaran ini juga memiliki keuntungan untuk pelanggan. Keuntungan yang paling penting adalah kemungkinan adanya jaminan dari jasa, pada waktu penjadwalan. Juga, ini membantu pelanggan menghemat waktu; mereka tidak perlu untuk mengantri. Keuntungan lainnya yang diberikan sebuah sistem reservasi adalah bahwa sistem reservasi membuang kegelisahan pelanggan tentang jika dan kapan pelayanan akan tersedia, atau berapa lama mereka harus menunggu untuk dilayani.

5. Menawarkan Pelayanan Keluhan
Kehilangan pelanggan karena antrian yang panjang, mungkin dapat dikurangi dengan mengalihkan mereka kepada pelayanan keluhan. Selama periode permintaan puncak, pelayanan keluhan mungkin membuat antrian untuk mendapatkan pelayanan lebih tertahankan bagi pelanggan dan meningkatkan kemungkinan besar, pelanggan akan tetap pada sistem atau kembali pada waktu lain. Demikian juga dengan sebuah bar atau tempat duduk mungkin dapat menahan sebuah lonjakan untuk sebuah restaurant. Sebuah lapangan rumput atau lapangan golf akan membuat pemain golf (golfer) tetap disana ketika waktu untuk mereka bermain golf delay. Intinya, sebuah pelayanan keluhan mewakili satu-dua tahap antrean. Yang artinya, dengan adanya jasa pelayanan keluhan, dapat membantu perusahaan jasa untuk mempertahankan kliennya agar tidak keluar dan meningalkan sistem. 
6. Iklan dan Promosi Penjualan
Promosi penjualan dan iklan adalah  dua pilihan untuk merangsang permintaan ketika permintaan sedang turun. Promosi mungkin menawarkan pilihan manfaat atau pemotongan harga dengan periode terbatas. Contohnya adalah, agen perjalanan wisata dengan fitur memperpanjangnya



G. MENGELOLA PENAWARAN (MANAGING SUPPLY)

Strategi-strategi yang dapat diterapkan perusahaan jasa untuk menyesuaikan kapasitasnya dengan tingkat permintaan yang berfluktuasi (Fandy, 2001: 141), yaitu:
1. Menggunakan Karyawan Paruh Waktu
Karyawan paruh-waktu banyak yang diperkerjakan selama periode sibuk. Strategi ini banyak diterapkan pascajasa yang terstandarisasi dan untuk tugas yang tidak terlalu banyak membutuhkan keterampilan khusus. Misalnya, took-toko busana dan kantor pos memperkerjakan tenaga tambahan paruh-waktu (misalnya para pelajar dan mahasiswa yang ingin mencari pengelaman atau menambah penghasilan) pada waktu menjelang hari Natal dan Tahun Baru, Lebaran atau saat-saat permintaan puncak lainnnya.

2. Menyewa Berbagai Fasilitas dan Peralatan Tambahan
Untuk menghindari investasi tambahan yang cukup mahal dan tidak sepenuhnya dapat dimanfaatkan, perusahaan jasa dapat menyewa fasilitas atau peralatan tambahan yang dipergunakan selama periode puncak sibuk. Alternatif lainnya adalah mengembangkna shared services, misalnya beberapa rumah sakit secara bersama-sama membeli peralatan medis tertentu untuk dipergunakan bersama. Beberapa perusahaan penerbangan juga dapat memanfaatkan peralatan penanganan bagasi, pintu masuk, dan berbagai fasilitas lainnya secara bersama-sama.


3. Menjadwalkan Aktivitas Downtime Selama Periode Permintaan Rendah
Untuk menjamin bahwa seluruh kapasitas produktif perusahaan dapAt tersedia selama periode puncak, maka aktivitas-aktivitas seperti renovasi bangunan, reparasi, liburan karyawan, dan pelatihan harus dijadwalkan selama periode permintaan diramalkan rendah. Dengan kata lain, perusahaan menerapkan peak time efficiency routines, dimana karyawan hanya melakukan tugas-tugas pokok selama periode permintaan puncak. Di samping itu, perusahaan menjadwalkan beberapa shift kerja dalam satu hari. Penjadwalan ini sangat penting, terutama bagi perusahaan jasa yang menghadapi permintaan siklikal, seperti rumah sakit, bank, kepolisian, dan wartel.

4. Melakukan Pelatihan Silang (Cross Training) Terhadap Karyawan
Para karyawan dilatih untuk melakukan berbagai macam tugas, supaya mereka dapat saling membantu dan menunjang. Hal ini sangat bermanfaat apabila terjadi bottleneck, dimana sebagian karyawan menghadapi periode sibuk sementara karyawan lainnya relatif santai. Misalnya, di saat sebagian karyawan bagian persediaan relatif santai (pekerjaannya relatif tidak banyak), mereka akan diperbantukan pada bagian kasir bila antrian di kasir supermarket mulai memanjang.


5. Meningkatkan Partisipasi Para Pelanggan
Perusahaan dapat mengupayakan keterlibatan sebagai co-producer dalam tugas-tugas tertentu (komponen jasa yang bersifat customer-self-service), misalnya pasien mengisi sendiri catatan medisnya, konsumen menaruh sendiri barang-barang belanjaannya di supermarket, dan pelanggan mengambil sendiri makanan dan minuman yang dipesan di restoran fastfood.



G. KESIMPULAN

Perusahaan harus memahami pola permintaan yang terjadi di dalam perusahaan dan apa penyebab yang mendasari pola permintaan tersebut. Seperti mempertimbangkan bagaimana hujan dan dingin mempengaruhi penggunaan jasa rekreasi atau hiburan indoor dan outdoor dan terlihat juga pada bagaimana serangan jantung dan kelahiran mempengaruhi permintaan untuk layanan rumah sakit.
Strategi-strategi yang dapat diterapkan perusahaan jasa untuk menyesuaikan kapasitasnya dengan tingkat permintaan yang berbagai macam keadaan, yaitu dengan menggunakan karyawan paruh waktu, menyewa berbagai fasilitas dan peralatan tambahan, menjadwalkan aktivitas downtime selama periode permintaan rendah, melakukan pelatihan silang terhadap karyawan, meningkatkan partisipasi para pelanggan.
Dari strategi mengelola permintaan dan strategi mengelola penawaran yang dikaitkan dengan pengelolaan kapasitas jasa perusahaan, apabila dikelola dengan baik akan meningkatkan pendapatan (yield) bagi perusahaan.


Komentar